Cara Membuat Anak Cerdas dan Jenius dengan Bimbingan Orang Tua

Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang cerdas dan jenius? Anak cerdas adalah salah satu hal membanggakan untuk orang tua. Cerdas sebenarnya tidak selalu mengenai tingkat kecerdasan dengan menggunakan pengukuran IQ. Para ahli perkembangan anak sekarang ini berusaha untuk menemukan cara agar anak bisa memenuhi potensi intelektual dengan menyeluruh tanpa memberi banyak tekanan pada mereka.

Cara Membuat Anak Cerdas dan Jenius dengan Bimbingan Orang Tua

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan sebagai cara membuat anak cerdas dan pintar.

Beri nutrisi secara seimbang

Ternyata, penelitian membuktikan, anak yang berusia 3 tahun yang banyak mengkonsumi makan tinggi gula serta makanan yang diolah mempunyai IQ yang lebih rendah jika dibandingkan dengan anak yang memiliki pola makan sehat seperti pemberian ikan, sayur, nasi, dan buah. Sebenarnya, saat sarapan pagi, saat ini merupakan waktu makan yang penting untuk perkembangan anak. Anak yang melakukan sarapan pagi secara optimal terbukti lebih mudah memusatkan perhatian serta bisa mengingat lebih baik bila dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mau sarapan.

Menghargai proses pembelajaran

Bukan hanya orang dewasa saja yang menuntut dihargai, anak juga harus kita hargai. Penelitian menyebutkan, anak yang merasa dihargai oleh orang tuanya, dapat belajar lebih baik serta mendapatkan nilai yang lebih tinggi di sekolah. Lebih baik, orang tua fokus pada proses, bagaimana ia berusaha mendapatkan nilai yang baik bila dibandingkan dengan hanya melihat hasil akhir yang ia berikan pada Anda. ini juga bisa membantu untuk menanamkan pemikiran jika kerja keras lah yang akan memberikan kesuksesan.

Kenali gaya belajarnya

Satu anak dengan anak lain mempunyai gaya belajar yang cenderung berbeda. Mengenali gaya belajarnya bisa Anda manfaatkan untuk mendukung proses belajar menjadi semakin baik. secara umum terdapat 3 kategori gaya belajar yakni fisik, auditori, visual. Pada anak yang memiliki gaya belajar auditori, ia akan lekas belajar menggunakan indera pendengaran, dan anak yang menggunakan gaya belajar visual akan menyerap informasi dengan baik menggunakan indera penglihatan. Sedangkan gaya belajar fisik harus menyentuh serta memperagakannya agar dapat belajar dan mengerti konsep yang baru.

Belajar membaca dari kecil

Aktivitas seperti ini banyak mengajarkan anak di masa perkembangan. Bukan hanya ketrampilan bahasa, tetapi belajar memusatkan perhatian dan mengasah imajinasi. Peneliti menuturkan, anak yang membaca di rumah sebelum sekolah mempunyai kemampuan membaca yang lebih baik diantarea teman-temannya saat masuk sekolah.

Beri pelajaran bahasa asing

Beberapa manfaat mempelajari bahasa asing seperti kemampuan komunikasi yang cenderung baik hingga mendorong perkembangan kreativitas, matematika, kognitiv hingga sains. Ahli bahasa pun menyebutkan bila anak yang belajar bahasa asing juga kemungkinan mempunyai kemampuan memecahkan masalah serta berfikir lebih kreatif.

Asah kecerdasan emosi

Membangun kecerdasan emosi sebenarnya tidak kalah penting dibandingkan dengan kecerdasan kognitif serta diukur menggunakan IQ. Kecerdasan emosi justru membantu perkembangan kemampuan kognitif dan sosial. Anda bisa membantu anak batita mengenali emosi. Contohnya, saat ia bertabrakan dengan anak lain, Anda bisa mengatakan hal tersebut sebagai ketidaksengajaan.

Hal yang tidak kalah penting untuk membentum perkembangan otak dan menjadikan anak cerdas dan jenius adalah anak harus mempunyai hubungan erat dan penuh kasih sayang dengan orang tua dan orang-orang yang berada di sekelilingnya. Interaksi dengan anak seperti mendengarkan, berbicara juga begitu penting. Upaya orang tua mendukung dan mendorong anak cerdas pun tidak kalah penting. Sesuaikan semangat dan dorongan yang Anda berikan dengan kemampuan dan minat dari masing-masing anak.